Senin, 29 Mei 2017

Hubungan Teori Sastra, Kritik Sastra dan Sejarah Sastra

1)        Teori sastra (literary theory)
Wellek (1978:1) mendefinisikan teori sastra sebagai studi tentang prinsip-prinsip sastra, kategori, kriteria, dan lain-lain. Sementara Lye (dalam Musthafa, 2008:11) mendefinisikan teori sastra sebagai ilmu yang berusaha menjelaskan apa itu sastra, fungsi sastra, hubungan antara teks dengan pengarang, pembaca, bahasa, masyarakat, dan sejarah. Pemahaman terhadap teori sastra dalam lingkup ilmu sastra menjadi sebuah kebutuhan mutlak untuk dapat mendalami hakikat sastra itu sendiri. Bahkan, dalam usaha kajian/penelitian maupun kritik sastra, penguasaan teori sastra oleh peneliti atau pengkritik menjadi sebuah kewajiban agar kajian atau kritikannya benar-benar ilmiah dan objektif. Hal senada diungkapkan oleh Bennet dan Royle bahwa teori sastra menjadi bagian yang tak terhindarkan dalam usaha meneliti atau mengkritik sastra (Wolfreys, 2001:1). Dengan teori sastra, kegiatan penelitian atau kritik sastra untuk menafsirkan sastra akan menjadi lebih jelas dan tepat. Demikian pula Fokkema dan Kunne-Ibsch (1977:1) yang memandang teori sastra dibutuhkan dalam usaha menginterpretasi atau menafsirkan teks sastra. Oleh sebab itu, semakin tepat teori yang digunakan oleh peneliti dalam menelaah atau menafsirkan karya sastra, semakin baik pula hasil penelitian atau kritiknya.
 
2)        Kritik sastra (literary criticism)
Istilah kritik atau criticism, menurut Abrams (1971:36), adalah cabang ilmu sastra yang secara khusus berhubungan dengan pendefinisian, pengklasifikasian, penguraian, dan penilaian terhadap karya sastra.
Yudiono (2009:35) menyatakan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu sastra yang berhubungan dengan telaah kritis tentang karya sastra tertentu dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian terhadap karya-karya sastra, atau studi ilmiah yang berurusan dengan penilaian karya sastra.
Bressler dalam bukunya Literary Criticism : An Introduction to Theory and Practice (1999:4) berpendapat bahwa kritik sastra adalah sebuah disiplin yang berusaha mendeskripsikan, mempelajari, menganalisis, menghakimi, menginterpretasi, dan mengevaluasi sebuah karya seni.  Pandangan Bressler ini identik dengan pandangan Pradopo dalam bukunya Prinsip-Prinsip Kritik Sastra (1994:10) bahwa kritik sastra adalah ilmu sastra untuk “menghakimi” karya sastra, untuk memberikan penilaian, dan memberikan keputusan bermutu atau tidak sutau karya sastra yang sedang dihadapi kritikus.
 
3)        Sejarah sastra (literary history)
Hardjana (1991:36) menyatakan bahwa sejarah sastra adalah penyelidikan yang menghasilkan suatu gambaran dan susunan tentang perkembangan sastra sejak awal timbulnya di masa dulu sampai hidupnya di masa sekarang. Berbagai perkembangan kesastraan, baik yang berhubungan dengan genre/jenis, periodisasi, maupun perubahan estetika kesastraan tercatat dalam sejarah sastra. Oleh sebab itu, sejarah sastra membutuhkan teori sastra dan kritik sastra dalam usaha penelusuran berbagai perkembangan dan perubahan sastra.
Teori sastra memberikan dasar pemahaman kepada pembaca sastra, baik yang berupa berbagai konsep dasar tentang ciri-ciri, genre, sifat, fungsi, konvensi, aliran, dan berbagai teori kajian sastra. Dasar pemahaman ini merupakan modal utama bagi seorang kritikus untuk mengkritik sebuah karya sastra. Kritik sastra tidak akan objektif dan maksimal, tanpa dasar teori sastra yang kuat. Untuk itu, teori sastra sangat dibutuhkan oleh seorang kritikus untuk menelaah, mengkaji, dan menilai suatu karya sastra. Hasil kajian, telaah, dan penilaian kritik sastra dibutuhkan untuk penyusunan sejarah sastra. Dengan kritik sastra, dapat diketahui kecenderungan ciri estetika, intrinsik, maupun ekstrinsik dari suatu kelompok atau masa penciptaan karya sastra. Hal tersebut dijadikan dasar pengelompokan, pembabakan, atau periodisasi sejarah sastra. Demikian pula sebaliknya, hasil kajian dalam kritik sastra dan catatan sejarah sastra, dibutuhkan untuk pengembangan dan perkembangan teori sastra. Dengan demikian, antara teori sastra, kritik sastra, maupun sejarah sastra mempunyai hubungan yang erat dan saling membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar