1)
Teori sastra (literary theory)
Wellek
(1978:1) mendefinisikan teori sastra sebagai studi tentang prinsip-prinsip
sastra, kategori, kriteria, dan lain-lain. Sementara Lye (dalam Musthafa,
2008:11) mendefinisikan teori sastra sebagai ilmu yang berusaha menjelaskan apa
itu sastra, fungsi sastra, hubungan antara teks dengan pengarang, pembaca,
bahasa, masyarakat, dan sejarah. Pemahaman terhadap teori sastra dalam lingkup
ilmu sastra menjadi sebuah kebutuhan mutlak untuk dapat mendalami hakikat
sastra itu sendiri. Bahkan, dalam usaha kajian/penelitian maupun kritik sastra,
penguasaan teori sastra oleh peneliti atau pengkritik menjadi sebuah kewajiban
agar kajian atau kritikannya benar-benar ilmiah dan objektif. Hal senada
diungkapkan oleh Bennet dan Royle bahwa teori sastra menjadi bagian yang tak
terhindarkan dalam usaha meneliti atau mengkritik sastra (Wolfreys, 2001:1).
Dengan teori sastra, kegiatan penelitian atau kritik sastra untuk menafsirkan
sastra akan menjadi lebih jelas dan tepat. Demikian pula Fokkema dan
Kunne-Ibsch (1977:1) yang memandang teori sastra dibutuhkan dalam usaha
menginterpretasi atau menafsirkan teks sastra. Oleh sebab itu, semakin tepat
teori yang digunakan oleh peneliti dalam menelaah atau menafsirkan karya
sastra, semakin baik pula hasil penelitian atau kritiknya.
2)
Kritik sastra (literary criticism)
Istilah kritik atau criticism, menurut Abrams (1971:36), adalah cabang ilmu sastra yang secara khusus berhubungan dengan
pendefinisian, pengklasifikasian, penguraian, dan penilaian terhadap karya
sastra.
Yudiono
(2009:35) menyatakan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu sastra yang
berhubungan dengan telaah kritis tentang karya sastra tertentu dengan
perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian terhadap karya-karya sastra,
atau studi ilmiah yang berurusan dengan penilaian karya sastra.
Bressler
dalam bukunya Literary Criticism : An Introduction to Theory and Practice
(1999:4) berpendapat bahwa kritik sastra adalah sebuah disiplin yang berusaha
mendeskripsikan, mempelajari, menganalisis, menghakimi, menginterpretasi, dan
mengevaluasi sebuah karya seni.
Pandangan Bressler ini identik dengan pandangan Pradopo dalam bukunya Prinsip-Prinsip Kritik Sastra (1994:10)
bahwa kritik sastra adalah ilmu sastra untuk “menghakimi” karya sastra, untuk
memberikan penilaian, dan memberikan keputusan bermutu atau tidak sutau karya
sastra yang sedang dihadapi kritikus.
3)
Sejarah sastra (literary history)
Hardjana
(1991:36) menyatakan bahwa sejarah sastra adalah penyelidikan yang menghasilkan
suatu gambaran dan susunan tentang perkembangan sastra sejak awal timbulnya di
masa dulu sampai hidupnya di masa sekarang. Berbagai perkembangan kesastraan,
baik yang berhubungan dengan genre/jenis, periodisasi, maupun perubahan
estetika kesastraan tercatat dalam sejarah sastra. Oleh sebab itu, sejarah
sastra membutuhkan teori sastra dan kritik sastra dalam usaha penelusuran
berbagai perkembangan dan perubahan sastra.
Teori
sastra memberikan dasar pemahaman kepada pembaca sastra, baik yang berupa
berbagai konsep dasar tentang ciri-ciri, genre, sifat, fungsi, konvensi,
aliran, dan berbagai teori kajian sastra. Dasar pemahaman ini merupakan modal
utama bagi seorang kritikus untuk mengkritik sebuah karya sastra. Kritik sastra
tidak akan objektif dan maksimal, tanpa dasar teori sastra yang kuat. Untuk itu,
teori sastra sangat dibutuhkan oleh seorang kritikus untuk menelaah, mengkaji,
dan menilai suatu karya sastra. Hasil kajian, telaah, dan penilaian kritik
sastra dibutuhkan untuk penyusunan sejarah sastra. Dengan kritik sastra, dapat
diketahui kecenderungan ciri estetika, intrinsik, maupun ekstrinsik dari suatu
kelompok atau masa penciptaan karya sastra. Hal tersebut dijadikan dasar
pengelompokan, pembabakan, atau periodisasi sejarah sastra. Demikian pula
sebaliknya, hasil kajian dalam kritik sastra dan catatan sejarah sastra,
dibutuhkan untuk pengembangan dan perkembangan teori sastra. Dengan demikian,
antara teori sastra, kritik sastra, maupun sejarah sastra mempunyai hubungan
yang erat dan saling membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar