Sastra adalah karya seni imajinatif dengan unsur estetisnya dominan yang bermediumkan bahasa, dapat berbentuk tertulis maupun lisan ( Rene Wellek, 1989 ), sedangkan anak adalah manusia yang masih kecil ( KBBI, 1988 : 31)
Ada beberapa yang
menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra
remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang
dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro
(2005).
a)Tokoh yang terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan
terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan
tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.
b)Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari
iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran
gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c)Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami
oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya
sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.
d)Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja,
buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang
menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik
perhatian.
e)Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman,
guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan
yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel
dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan
yang dialami anak-anak.
f)Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada
tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh
antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah
dengan sifat baik.
g)Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b4594
Jadi
secara sederhana istilah sastra anak dapat diartikan sebuah karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnya dominan dan
bermediumkan bahasa, baik lisan maupun tulisan, yang dapat dipahami oleh anak –
anak dan berisikan tentang dunia yang sangat dikenal oleh anak – anak. Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b4594
Ada beberapa yang
menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra
remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang
dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro
(2005).
a)Tokoh yang terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan
terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan
tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.
b)Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari
iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran
gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c)Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami
oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya
sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.
d)Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja,
buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang
menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik
perhatian.
e)Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman,
guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan
yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel
dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan
yang dialami anak-anak.
f)Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada
tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh
antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah
dengan sifat baik.
g)Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b
Hakikat sastra anak adalah bertumpu dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku dalam alam kehidupan mereka.
Ada beberapa yang
menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra
remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang
dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro
(2005).
a)Tokoh yang terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan
terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan
tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.
b)Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari
iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran
gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c)Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami
oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya
sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.
d)Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja,
buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang
menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik
perhatian.
e)Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman,
guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan
yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel
dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan
yang dialami anak-anak.
f)Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada
tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh
antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah
dengan sifat baik.
g)Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b4594
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b4594
Ada beberapa yang
menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra
remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang
dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro
(2005).
a)Tokoh yang terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan
terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan
tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.
b)Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari
iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran
gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c)Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami
oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya
sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.
d)Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja,
buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang
menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik
perhatian.
e)Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman,
guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan
yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel
dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan
yang dialami anak-anak.
f)Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada
tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh
antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah
dengan sifat baik.
g)Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b45Manfaat sastra anak
Manfaat sastra anak menurut Moody
dan Leslie S. ( dalam Wardani, 1981 ) :Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b45Manfaat sastra anak
1 Melatih keempat ketrampilan berbahasa
2 Menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup
3 Membantu mengembangkan pribadi
4 Membantu pembentukkan watak
5 Memberi kenyamanan
6 Meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman baru
Manfaat sastra menurut Huck :
1 Nilai personal : Memberi kesenangan, mengembangkan imajinasi, memberi pengalaman yang dapat terhayati, mengembangkan pandangan ke arah persoalan kemanusiaan, menyajikan pengalaman yang bersifat emosional.
2 Nilai pendidikan : Membantu perkembangan bahasa, meningkatkan kelancaran dan kemahiran membaca, meningkatkan ketrampilan menulis, mengembangkan kepekaan terhadap sastra.
Ciri-ciri sastra anak
Ada beberapa yang
menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra
remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang
dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro
(2005).
a)Tokoh yang terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan
terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan
tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.
b)Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari
iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran
gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c)Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami
oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya
sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.
d)Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja,
buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang
menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik
perhatian.
e)Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman,
guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan
yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel
dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan
yang dialami anak-anak.
f)Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada
tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh
antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah
dengan sifat baik.
g)Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b459
Ada beberapa yang menjadi ciri khas dari sastra anak yang
dapat dibedakan dengan sastra remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah
ciri-ciri sastra anak yang dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan
B. Nurgiyantoro (2005).Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sirsulk/pengertian-dan-ciri-sastra-anak_552ca9836ea834eb358b459
a) Tokoh yang
terlibat dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap
tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan terlebih
dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan tokoh dapat terjadi
ketika cerita sedang berlangsung.
b) Dalam penceritaan selalu
dibarengi dengan gambar
Untuk
sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar.
Tujuan
dari iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan
sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran gambar
adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.
c) Menggunakan bahasa yang sederhana
dan mudah dipahami
Bahasa
yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami oleh anak-anak
dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya sastra yang ditujukan
untuk remaja atau dewasa.
d) Desain buku bacaan yang unik
untuk menarik prhatian
Desain
buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja, buku anak lebih
menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang menyerupai buah-buahan,
atau dengan kombinasi warna yang menarik perhatian.
e) Penceritaan cenderung terkait
dengan kehidupan anak (keluarga, teman, guru, dll).
Penceritaan
selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan yang ingin
disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel dan cerita
fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan yang dialami
anak-anak.
f) Diakhir cerita selalu
menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan
dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada tokoh utama sebagai
fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh antagonis dalam penceritaanpu
selalu berakhir dengan sadar dan berubah dengan sifat baik.
g) Dikaitkan dengan psikologi
perkembangan anak (Operasional konkret).
Penceritaan,
penggambaran, latar, dll. Selalu dikaitkan dengan psikologi anak yang hanya
dapat memahami sesuatu yang bersifat konkret.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar